Minggu, 26 Juni 2011

Lebih baik memulai dari diri sendiri

Daripada menuduh orang kaya mendapatkan kekayaan dengan cara yang tidak baik, bagaimana jika kita memberi contoh menjadi orang kaya dengan cara yang halal. Daripada menganggap orang kaya itu tamak, mulailah ubah diri kita menjadi orang kaya yang dermawan. Fokuslah untuk kemajuan kita sendiri, bukan kejelekan orang lain

Sumber: Grup Motivasi-IslamiDotCom

Senin, 20 Juni 2011

NABI TIDAK MAU MENSHOLATKAN JENAZAH YANG MASIH MENINGGALKAN HUTANG

Shalat jenazah adalah salah satu dari empat perkara penting yang terkait dengan perawatan mayat. Pasca pemandian dan pengkafanan, jenazah biasanya akan dishalati terlebih dahulu sebelum diberangkatkan ke liang kubur. Shalat jenazah itu hukumnya fardhu kifayah (kewajiban yang ditimpakan kepada banyak orang, tapi apabila sebagian dari mereka telah mengerjakannya, maka gugur kewajiban itu bagi yang lainnya. Namun jika tidak ada seorang pun yang mengerjakan kewajiban itu, maka mereka berdosa semua).

Ini didasarkan pada hadits Nabi, “shalatkanlah mayat-mayatmu!” (HR Ibnu Majah). Dalam hadits lainnya, “shalatkanlah olehmu orang-orang yang sudah meninggal yang sebelumnya mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah.”

Setiap shalat yang hukumnya wajib (termasuk fardu kifayah) tentu mengundang pahala. Tak salah jika orang yang mau melaksanakan shalat jenazah akan mendapatkan pahala sebagaimana janji Rasulullah. Dari Abu Hurairah, Rasulullah pernah bersabda, “siapa yang mengiringi jenazah dan turut menshalatkannya, maka ia memperoleh pahala sebesar satu qirath (pahala satu gunung) dan siapa yang mengiringinya sampai selesai penyelenggaraannya ia akan memperoleh dua qirath.” (HR Jamaah dan Muslim).

Meski shalat jenazah itu wajib, tapi Nabi tidak mau mendirikan shalat untuk jenazah yang masih menanggung hutang. Selama hutang itu belum ada yang menanggung (melunasi) maka jenazah itu memikul beban hutang. Padahal Islam sudah menetapkan aturan bahwa orang yang berhutang harus mengembalikan harta yang dipinjamnya itu. Nabi pun memberi sebuah nasehat supaya seorang muslim jangan sampai meninggal dalam keadaan meninggalkan hutang.

Dalam sebuah riwayat (dari Abu Qatadah) diceritakan suatu ketika ada jenazah seorang lelaki dibawa ke hadapan Nabi untuk dishalatkan. Rasulullah bersabda, “kalian saja yang mensholatkan sahabat kalian itu, sebab ia masih memiliki hutang.”
Mendengar itu, Agu Qatadah lalu berkata, “hutang itu aku yang menanggungnya wahai Rasulullah.”
“Apakah sampai lunas?” tanya Rasulullah.
“Ya sampai lunas.”
Rasulullah pun mensholatkan jenazah tersebut.

Dari Hadits di atas, sangat jelas bahwa Nabi menolak menshalatkan jenazah yang masih menanggung hutang. Rasul memerintahkan ketika ada seorang mukmin yang meninggal dalam keadaan memiliki hutang, hendaknya ada orang yang mau melunasi hutang itu, baik dari pihak keluarga atau pihak lain. Sebab selama jenazah masih menanggung hutang, hal itu akan menghalanginya mendapat tempat yang layak. Berdasarkan suatu riwayat, Rasulullah bersabda, ”jiwa (ruh) seorang mukmin akan tergantung (terkatung-katung) selama dia masih memiliki hutang.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)

Dikutip dari Majalah Hidayah edisi Juli 2010, halaman 136-137.

Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Bulan Ramadhan

Wahai manusia!
Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah.
Bulan yang paling mulia disisi Allah.
Hari-harinya adalah hari-hari paling utama.
Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.
Jam demi jamnya adalah jam-jam paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dandimuliakan-Nya.
Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih,
tidurmu adalah ibadah,
amal-amalmu diterima,
dan doa-doamu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan syiyam dan membacakitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agungini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat.

Bersedekahlah kepada kaum fukara dan masakin.
Muliakanlah orang-orang tuamu, sayangilah yang muda, sambunglah tali persudaraanmu,jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya, dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertobatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hambanya dengan penuh kasih;Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu,maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-pungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.Ketahuilah! Allah Ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa.Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akanmengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri dihadapan Rabb Al-’Alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa diantaramu memberi buka kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka disisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu.

Sahabat-sahabat bertanya:

Ya Rasulullah!Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan: Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan ahlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir.

Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari Kiamat. Barang siapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa denganNya.

Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-nya.

Barangsiapa menyambungkan tali persudaraan (silaturahmi) di bulan ini,Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapamelakukan shalat fardhu baginya adalah ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu dibulan yang lain.

Barang siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa pada bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu.Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.
Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu.

Amirul Mukminin k.w. berkata, Aku berdiri dan berkata,

Ya Rasulullah!
Apa amal yang paling utama dibulan ini?

Jawab Nabi:
Ya abal Hasan! Amalyang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.